smartcitymakassar.com –Makassar- Seharusnya
hari libur, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’
Pomanto istirahat. Tidak berkegiatan, tapi
tuntutan kerja membuatnya hari libur sama dengan
kerja. Semakin libur, semakin kerja.
Bekerja pada hari
libur, tidak membawa konsekwensi pada
peningkatan jumlah pendapatan. Dasar hitungnya,
bagaimana melayani 1,7 juta jiwa, bagaimana
mengakomodir kepentingan terbaik rakyat. Jika
hanya menggunakan hari kerja, dipastikan
ada saja yang tertinggal.
Makanya, Danny
mengoptimalkan waktu libur untuk melayani
rakyat. Sabtu (2/4/2016), jadwal acaranya
dimulai 06.30 hingga akhirnya tiba pada
pukul 19.00 Wita memberikan sambutan pada
hari autis se dunia. Lepas dari kegiatan
anjungan melayani tamu hingga lewat tengah
malam, terus dilakukannya.
Informasi pergerakan anak
lorong ini dapat dipantau melalui group
whatsApp (WA). Usai gerak jalan bersama Radar,
langsung ke Jl. Amirullah untuk lorong PKK-
KB-KES, menghadiri akad nikah, dan lebih
penting ke sekolah putrinya SD Nusantara
untuk menghadiri pertemuan bulanan orangtua
murid, untuk membahas perkembangan kedua putrinya Amirra Aulia
Noorrimani dan Arrayya Aulia
Izzanaira, Waktu mengurus anak ini, waktu sela
diantara waktu-waktu lain yang didedikasikan
untuk kepentingan umum.
Di Sekolah, bak
orangtua kebanyakan Danny langsung duduk
pada tempat di mana nama anaknya
terpampang. Pembicaraannya sekitar perkembangan
putrinya sebulan terakhir.. “Ya… masih anak-anak,
kita buka ruang agar mereka menikmati
masa kanak-kanaknya untuk tumbuh sebagai generasi
mandiri,” kata Danny pada berbagai kesempatan.
Khusus urusan anak,
pasangan Danny dan Indira Jusuf Ismail berbagi peran.
Jika Danny tidak berkesempatan, maka Indira
yang menggantikannya. Begitu pula sebaliknya. Kehadiran Danny di
sekolah Amirra dan Arrayya salah satu
contoh, gerakan nasional He For She. Jika di
Indonesiakan, laki-laki untuk perempuan sesungguhnya
bermakna bahwa bersama lelaki menanggulangi
masalah, berbagi peran, saling kerjasama untuk kepentingan
bersama, keluarga. Mari luangkan waktu untuk
anak-anak kita, agar tidak kehilangan masa
pertumbuhannya.(Iskandar Burhan)