smartcitymakassar.com –MAKASSAR- Banyak orang tua kadang
keliru menilai fenomena perkembangan prilaku anak. Prilaku aktif dan cenderung
sukar diatur pada anak dianggap tidak baik dan anak mendapat sebutan sebagai
anak nakal. Padahal, dari prilaku itulah seorang anak menampakkan sisi
kreatifitasnya.
Hal ini dikatakan oleh Prof.E. Paul Torrance, seorang
pengajar ilmu pendidikan pada Universitas Minnesota, Amerika. Menurutnya,
peranan orang tua dan guru sangat penting dalam menemukan cara bagaimana
meningkatkan kreatifitas anak.
Pada usia sekitar 3 tahun, kreatifitas anak mulai meningkat
dan mencapai puncaknya diumur 4 tahun. Selanjutnya akan perlahan menurun diusia
5 tahun ketika anak memasuki sekolah. Menurut professor pendidikan ini,
penurunan ini umumnya disebabkan banyaknya tekanan dan aturan baik dari guru
maupun lingkungan yang mengharuskan anak
menyesuaikan diri.
Dengan fenomena ini, maka orang tua dan guru sangat perlu
mengetahui bagaimana cara agar mampu memelihara dan meningkatkan data
kreatifitas buah hatinya.Menurut Reynold Beand, ada beberapa hal yang bisa
dilakukan para orang tua dan guru, antara lain memberi kesempatan pada anak
untuk bebas mengungkapkan perasaan, keinginan dan gagasannya tanpa mencela atau
membuatnya malu.
Lingkungan sekolah dan rumah juga sangat penting dalam
membangun sisi kreatifitas anak. Suasana yang memberi kebebasan mengekspresikan
diri serta mendekatkan anak dengan gairah mengeksplorasi sesuatu juga tak bisa
diabaikan. Dan yang laing penting adalah membiarkan anak bermain dan
bergembira, karena sejatinya bermain itulah wujud kreatifitas seorang anak.”
Pada saat bermain anak akan merasa gembira dan pada saat itulah kreatifitas
akan mengalir deras”, tulis Reynold seperti yang dikutip pada situs id.theaseanparent.com. *(Iskandar
Burhan)