smarcitymakassar.com - Alumni Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia dapat mengisi
kebutuhan enginer kota Makassar. Hal itu disampaikan Wali Kota Makassar,
Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto saat berbicara pada Talk Show Konsolidasi dan
Eksistensi Alumni Mewujudkan Teknik Sipil Berkelas Dunia yang Unggul dan Islami
di Auditorium Al Jibra UMI, Jumat, (16 September 2016).
Menurutnya, saat ini di Indonesia jumlah lulusan fakultas Teknik hanya 20 persen, berbeda dengan Jepang dan Korea Selatan yang mencapai 80 persen mendominasi lulusan perguruan tinggi. "Itulah yang menjadi salah satu faktor majunya teknologi industri di Jepang dan Korea Selatan. Bahkan saat ini, Korea Selatan merajai industri smart phone," paparnya.
Kebutuhan enginer Makassar cukup besar mengingat pesatnya pertumbuhan di sektor infrastruktur yang seluruhnya membutuhkan keahlian dari enginer berbagai bidang semisal Sipil, Mesin, dan Arsitektur.
Satu keunikan dan menjadi karakter mahasiswa dan alumni Teknik lanjut Wali Kota Danny adalah brave hearth. Keberanian yang dimiliki dari kemampuan mengambil keputusan yang tepat di waktu yang tepat.
"Ilmu Teknik membuat kita berpikir dan bertindak kreatif. Membangun imajinasi, mendesainnya hingga mewujudkan hal - hal yang tadinya ada di alam ide ke dunia nyata. Membuat sesuatu yang tadinya tidak ada menjadi ada," ujar Danny.
Alumni Teknik juga kompak kata Danny melanjutkan pemaparannya. Kekompakan itu terbangun sejak di bangku kuliah yang terbawa hingga tak lagi menyandang gelar mahasiswa saat meninggalkan kampus. Kebiasaan bekerja dalam satu team work sejak masa kuliah membuatnya (alumni Teknik) mudah beradaptasi dengan lingkungan (kerja) yang baru, dan bekerja sama dalam satu tim. "Kekompakan dan team work itu jugalah yang membuat alumni Teknik itu sportif, mampu menghargai kehebatan dan hasil karya orang lain," tutup Danny.(ade ismar gobel/yushar mustafa)
Menurutnya, saat ini di Indonesia jumlah lulusan fakultas Teknik hanya 20 persen, berbeda dengan Jepang dan Korea Selatan yang mencapai 80 persen mendominasi lulusan perguruan tinggi. "Itulah yang menjadi salah satu faktor majunya teknologi industri di Jepang dan Korea Selatan. Bahkan saat ini, Korea Selatan merajai industri smart phone," paparnya.
Kebutuhan enginer Makassar cukup besar mengingat pesatnya pertumbuhan di sektor infrastruktur yang seluruhnya membutuhkan keahlian dari enginer berbagai bidang semisal Sipil, Mesin, dan Arsitektur.
Satu keunikan dan menjadi karakter mahasiswa dan alumni Teknik lanjut Wali Kota Danny adalah brave hearth. Keberanian yang dimiliki dari kemampuan mengambil keputusan yang tepat di waktu yang tepat.
"Ilmu Teknik membuat kita berpikir dan bertindak kreatif. Membangun imajinasi, mendesainnya hingga mewujudkan hal - hal yang tadinya ada di alam ide ke dunia nyata. Membuat sesuatu yang tadinya tidak ada menjadi ada," ujar Danny.
Alumni Teknik juga kompak kata Danny melanjutkan pemaparannya. Kekompakan itu terbangun sejak di bangku kuliah yang terbawa hingga tak lagi menyandang gelar mahasiswa saat meninggalkan kampus. Kebiasaan bekerja dalam satu team work sejak masa kuliah membuatnya (alumni Teknik) mudah beradaptasi dengan lingkungan (kerja) yang baru, dan bekerja sama dalam satu tim. "Kekompakan dan team work itu jugalah yang membuat alumni Teknik itu sportif, mampu menghargai kehebatan dan hasil karya orang lain," tutup Danny.(ade ismar gobel/yushar mustafa)