MENUJU PILPRES DAN PILEG 2019
Tampilkan postingan dengan label Professional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Professional. Tampilkan semua postingan
Rabu, 26 September 2018
Minggu, 23 September 2018
Selasa, 17 April 2018
Rabu, 11 April 2018
Selasa, 10 April 2018
Senin, 02 April 2018
Rabu, 28 Februari 2018
Rabu, 21 Februari 2018
Selasa, 23 Januari 2018
Selasa, 01 Agustus 2017
Rabu, 26 Juli 2017
Rabu, 19 Juli 2017
Dukung Pembuatan KE-WO, IWO Sulsel Siap Minta Masukan Seluruh Stakeholder
smartcitymakassar.com - Makassar - Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulsel sangat mendukung langkah jajaran Pengurus Pusat IWO untuk merancang kode etik wartawan online.
Bahkan dalam penyusunan draf KE-WO singkatan kode etik wartawan online, jajaran pengurus pusat sengaja melibatkan unsur lain dari seluruh daerah di Indonesia yang diwadahi PW IWO untuk terlibat merancang KE-WO ini.
Pengurus Pusat IWO ingin melibatkan 1 akademisi (universitas terkemuka), 1 praktisi hukum, 1 tokoh masyarakat dan 1 kalangan media/wartawan yang sudah dianggap paham tentang Pers di daerah masing-masing untuk memberikan sumbangsih berupa pemikiran dalam perumusan KE-WO.
Dimana IWO berkeinginan mendapat banyak masukan, urung pendapat dan pemikiran terkait rancangan KE - WO yang akan disahkan di dalam Musyawarah Bersama (Mubes) IWO yang pertama dan dirangkaian dengan peringatan HUT IWO ke-5 di Jakarta 8-9 September 2017 mendatang.
"Kami sangat mendukung dalam perumusan KE WO. Semangatnya adalah bagaimana wartawan khususnya online makin memahami tugas dan menjalankannya secara profesional," kata Sekretaris PW IWO Sulsel, Hasanuddin, Selasa (18/7/2017).
Pepenk sapaan akrab Hasanuddin menambahkan pelibatan akademisi, praktisi hukum dan tokoh masyarakat dalam perumusan KE-WO juga menjadi bukti komitmen IWO hadir untuk bermanfaat bagi masyarakat.
"Karena banyak juga masyarakat, narasumber yang dirugikan akibat oknum wartawan. Sehingga sangat tepat meminta dan menerima usulan tersebut agar profesi wartawan ini menjadi betul - betul bermanfaat," sambungnya.
Ketua PW IWO Sulsel Zulkifli Thahir menyampaikan ke jajaran PW IWO Sulsel siap mewadahi perumusan KE-WO yang ada di Sulsel.
Menurut dia ini menjadi peluang bagaimana persoalan di daerah khususnya Sulsel menyangkut sengketa pemberitaan bisa diminimalisir dengan berbagai masukan yang menjadi komitmen pedoman para waratwan online menjalankan tugasnya.
"Gerakan anti hoax yang kita deklarasikan semakin kuat dengan adanya petunjuk teknis yang dituangkan kedalam KE-WO. Olehnya itu kami akan buat forum dan melibatkan pihak pihak yang dimaksud," sambung Abang Chuleq sapaan akrabnya.
Lebih lanjut Bang Chuleq menambahkan forum yang akan dibuat di PW IWO Sulsel semacam FGD.
Dalam FGD akan menghadirkan beberapa unsur legislatif, eksekutif, yudikatif.
"Kami akan minta semua masukan agar semua terkoordinasi. Seperti stakeholder SKPD (Kominfo), DPR, TNI, Polri, Kejaksaan, LSM, ormas, dan tokoh pemuda," tuturnya.
Sebelumnya Sekjen PP IWO Witanto menyampaikan Draf KE-WO akan dikirimkan 1 Agustus 2017 kepada pimpinan IWO masing-masing provinsi.
Pengembalian draf yang sudah ditandatangi oleh para pakar dimaksud, selambat-lambatnya tanggal 20 Agustus 2017 berupa hard copy dan soft copy melalui email indonesiaiwo@gmail.com.
"Semoga upaya kita melahirkan KE-WO ini akan menjadi acuan Dewan Pers dalam penyusunan Kode Etik Wartawan Online," kata Sekjen.
Menurut Witanto, KE-WO akan lebih spesifik tentang dunia digital. Mengingat, dunia ciber saat ini perkembanganya lebih cepat tentunya akan akan dibarengi dengan KE WO itu sendiri.
Meski demikian KE-WO tidak akan bertentangan dengan UU Nomor 40 tentang Pers dan isinya meramu dan Kode Etik Dewan Pers, KEWI, KEJ.
"Kami berharap KE WO ini nantinya bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat lebih khusus wartawan online," jelasnya.**(Iskandar Burhan)
Rabu, 17 Mei 2017
IWO Sulsel Resmi Dilantik
Foto: Iskandar Burhan
smartcitymakassar.com - Makassar - Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi dilantik hari ini, Rabu (17/05/2017) dilangsungkan di tribun lapangan Karebosi Kota Makassar, Sulsel.
Hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Gubernur Sulsel H. Agus Arifin Nu'mang, MS, Walikota Makassar Moh Ramdhan Danny Pomanto, perwakilan Pangdam XIV Hasanuddin, Lantamal VI, Kadispora Pemprov Sulsel Sri Endang Sukarsih, sejumlah ormas dan organisasi kepemudaan lainnya.
Dalam sambutannya Ketua Pimpinan Pusat IWO Jodhi Yudono bercerita tentang bagaimana IWO hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberantas berita hoax atau bohong.
"Kita harus lawan berita hoax melalui gerakan melawan hoax," ujar Jodhi.
Menurutnya, berita hoax bermula dari obrolan masyarakat yang tidak terkontrol dan bisa mewabah ke seluruh dunia.
Oleh karena itu lanjut Jodhi, IWO muncul sebagai wadah yang bisa mengontrol berbagai obrolan dan keresahan masyarakat agar tidak menjadi berita hoax.
Jodhi juga menyinggung soal kesejahteraan wartawan yang selama ini masih kurang. "Kurangnya kesejahteraan wartawan yang diberikan perusahaan akan menjadi godaan wartawan di lapangan," kata dia.
Dua hal yang menjadi fokus IWO adalah soal kesejahteraan wartawan dan pemberitaan yang profesional secara benar menjadi PR kita bersama.
Di tempat yang sama Wakil Gubernur Sulsel mengapresiasi kehadiran IWO di provinsi Sulsel. Dirinya berharap IWO bisa memberitakan hal-hal yang positif di Indonesia khususnya Sulsel.
"IWO bisa memberi berita yang memang dibutuhkan oleh masyarakat," kata Wakil Gubernur.
Lebih lanjut mantan Ketua DPRD Sulsel ini mengungkapkan, seluruh lapisan masyarakat termasuk pemerintahan membutuhkan informasi yang cepat dan akurat. "Informasi harus mengikuti perkembangan zaman," jelasnya.
Sementara itu Walikota Makassar Danny Pomanto mengungkapkan, IWO adalah sebuah wadah organisasi wartawan yang luar biasa.
"IWO adalah sebuah wadah yang luar biasa dan harus kita dukung bersama," terangnya.
Danny Pomanto mengucapkan terimakasih dan berpesan agar IWO mampu memisahkan antara pemberitaan fakta dan prasangka.
"Pisahkan antara fakta dan prasangka. Maka IWO akan bermanfaat dan bermartabat. WO akan bermafaat dunia hingga akhirat," pungkas Walikota disambut tepuk tangan undangan yang hadir.* (Iskandar Burhan)
Selasa, 16 Mei 2017
Jumat, 10 Februari 2017
Senin, 18 Januari 2016
H. Ichdar Damogalad: Hidup Serupa Permainan Catur
Smartcitymakassar.com. --Makassar-
Dunia profesional, tak lain adalah sebuah ruang dan kesempatan untuk menghasilkan karya nyata yang dapat memberikan arti untuk lingkup yang lebih besar, baik untuk keluarga, untuk orang lain dan masyarakat banyak. Dalam dunia profesional, kualitas, kompetensi serta integritas menjadi medan yang paling menentukan laju perjalanan seseorang menuju puncak karirnya.
Hal inilah yang dialami oleh H. Ichdar Damogalad. Seorang profesional yang merintis karirnya dari jenjang paling bawah, yakni seorang deskman pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Paotere, Cabang Ahmad Yani di tahun 1988 menuju puncak sebagai Pimpinan Cabang BRI Kabupaten Takalar saat ini. Dalam menekuni perjalanan panjang profesi ini, Ichdar Damogalad mengibaratkannya serupa ‘permainan catur’. “Hidup itu ibarat bermain catur, di mana manusia dibatasi oleh waktu”, tuturnya.
Menganalogikan
perjalanan hidupnya seperti permainan catur, memang bukanlah hal yang aneh bagi
pria yang sangat low profile ini.
Bagaimana tidak, sejak tahun 1985, Ichdar telah mencatatkan dirinya sebagai
seorang pecatur handal yang mewakili Sulsel baik di kejuaraan daerah maupun
ditingkat Nasional. Sampai saat ini, tercatat dia telah mewakili Sulsel sebanyak
kurang lebih 50 kali di berbagai kejuaraan, baik sebagai Master Nasional maupun sebagai Vide Master –gelar pecatur yang disandangnya sampai saat ini.
Dilahirkan
di daerah Motabang, Sulawesi Utara, 22 Oktober 1962, Suami dari Hj. Rafiqah Al
Amri dan Ayah dari Nurfitri Pratiwi serta Rezki Dwiwani ini memang sangat dekat
dengan nilai-nilai profesional yang telah ditanamkan orang tuanya sejak dini.
Nilai-nilai filosofi hidup seperti kejujuran dan sikap ikhlas dalam mengerjakan
sesuatu adalah nilai hidup yang sampai saat ini menjadi filosofi Ichdar
Damogalad dalam menapak kehidupan.
Kejujuran
dan Keihklasan bekerja bagi seorang Ichdar Damogalad adalah tuntunan hidup yang
sangat membantunya dalam setiap jenjang amanah yang diberikan padanya. Dalam
nilai-nilai hidup tersebut, Ichdar Damagolad mampu menapaki hidup dengan
mengalir seperti air. “Berdoa, Ikhtiar dan tawakkal, menjaga kesehatan serta
pandai mengatur waktu”, menjadi kiat
hidupnya dalam perjalanan menuju tangga sukses seorang profesional seperti yang
dicapainya saat ini.
Namun
menurut Ichdar Damogalad, satu hal yang tak bisa diabaikan dalam jenjang
pencapaian karir profesional seseorang adalah peranan keluarga. “Istri menjadi
bagian yang terpenting dalam menentukan karir seseorang”, tegasnya. Di sinilah
komunikasi dalam keluarga menjadi sesuatu yang paling berharga dalam hidup
seseorang. Kemampuan dalam memanagemeni waktu merupakan syarat mutlak bila
seorang profesional ingin mencapai puncak karir pekerjaannya.
Diamanahkan
menjadi Pimpinan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Takalar di tahun 2014 lalu,
Ichdar Damogalad kini membawahi 7 unit kerja mitra. Sebagai pimpinan, penekanan
kerja pada seluruh staf bawahannya adalah yang bagaimana menjadikan seluruh
energi dan kemampuan yang ada diabdikan untuk perusahaan serta menjadikan
perusahaan sebagai bagian dari problem
solving kemaslahatan masyarakat. Dengan waktu sisa pengabdian 3 tahun di
Bank Rakyat Indonesia (BRI), Ichdar Damogalad ingin menginpirasi para
profesional, utamanya pada rekan-rekannya di BRI bahwa segala sesuatu bila
dikerjakan dengan kejujuran, sikap tawakkal, pantang menyerah serta ketekunan
yang kuat maka segala sesuatu tidak mustahil akan tercapai.
“Step by step, dari jenjang paling bawah
hingga menjadi leader yang
ditunjukkan oleh kinerja dan bukan bantuan orang lain merupakan kepuasan
tersendiri bagi seorang profesional” ujarnya. Inilah yang berhasil ditunjukkan
oleh Ichdar Damogalad selama menapaki perjalanan karir profesionalnya. Ke
depan, setelah menyelesaikan pengabdian profesionalnya di BRI, panggilan
pengabdian lain telah menantinya. Oleh desakan keluarga besar serta
kolega-kolenya di daerah Bolaang Mongondo (Bolmang) yang memintanya pulang dan
mengabdikan dirinya di sana, tidak
menutup kemungkinan Ichdar Damogalad menerjuni kiprah baru di dunia politik.
“Namun itu semua tergantung kekuasaan Tuhan dan garis tangan yang telah
ditetapkan”, tuturnya pada SmartCity
Magazine.* (Thoha Pacong)




























