MENUJU PILPRES DAN PILEG 2019

Tampilkan postingan dengan label Professional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Professional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 April 2018

Rabu, 11 April 2018

Selasa, 10 April 2018

Senin, 02 April 2018

Rabu, 28 Februari 2018

Selasa, 23 Januari 2018

Rabu, 26 Juli 2017

Rabu, 19 Juli 2017

Dukung Pembuatan KE-WO, IWO Sulsel Siap Minta Masukan Seluruh Stakeholder


smartcitymakassar.com - Makassar - Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulsel sangat mendukung langkah jajaran Pengurus Pusat IWO untuk merancang kode etik wartawan online.

Bahkan dalam penyusunan draf KE-WO singkatan kode etik wartawan online, jajaran pengurus pusat sengaja melibatkan unsur lain dari seluruh daerah di Indonesia yang diwadahi PW IWO untuk terlibat merancang KE-WO ini.

Pengurus Pusat IWO ingin melibatkan 1 akademisi (universitas terkemuka), 1 praktisi hukum, 1 tokoh masyarakat dan 1 kalangan media/wartawan yang sudah dianggap paham tentang Pers di daerah masing-masing untuk memberikan sumbangsih berupa pemikiran dalam perumusan KE-WO.

Dimana IWO berkeinginan mendapat banyak masukan, urung pendapat dan pemikiran terkait rancangan KE - WO yang akan disahkan di dalam Musyawarah Bersama (Mubes) IWO yang pertama dan dirangkaian dengan peringatan HUT IWO ke-5 di Jakarta 8-9 September 2017 mendatang.
"Kami sangat mendukung dalam perumusan KE WO. Semangatnya adalah bagaimana wartawan khususnya online makin memahami tugas dan menjalankannya secara profesional," kata Sekretaris PW IWO Sulsel, Hasanuddin, Selasa (18/7/2017).

Pepenk sapaan akrab Hasanuddin menambahkan pelibatan akademisi, praktisi hukum dan tokoh masyarakat dalam perumusan KE-WO juga menjadi bukti komitmen IWO hadir untuk bermanfaat bagi masyarakat.

"Karena banyak juga masyarakat, narasumber yang dirugikan akibat oknum wartawan. Sehingga sangat tepat meminta dan menerima usulan tersebut agar profesi wartawan ini menjadi betul - betul bermanfaat," sambungnya.

Ketua PW IWO Sulsel Zulkifli Thahir menyampaikan ke jajaran PW IWO Sulsel siap mewadahi perumusan KE-WO yang ada di Sulsel.

Menurut dia ini menjadi peluang bagaimana persoalan di daerah khususnya Sulsel menyangkut sengketa pemberitaan bisa diminimalisir dengan berbagai masukan yang menjadi komitmen pedoman para waratwan online menjalankan tugasnya.

"Gerakan anti hoax yang kita deklarasikan  semakin kuat dengan adanya petunjuk teknis yang dituangkan kedalam KE-WO. Olehnya itu kami akan buat forum dan melibatkan pihak pihak yang dimaksud," sambung Abang Chuleq sapaan akrabnya.

Lebih lanjut Bang Chuleq menambahkan forum yang akan dibuat di PW IWO Sulsel semacam FGD.

Dalam FGD akan menghadirkan beberapa unsur legislatif, eksekutif, yudikatif.
"Kami akan minta semua masukan agar semua terkoordinasi. Seperti stakeholder SKPD (Kominfo), DPR, TNI, Polri, Kejaksaan, LSM, ormas, dan tokoh pemuda," tuturnya.

Sebelumnya Sekjen PP IWO Witanto menyampaikan Draf KE-WO akan dikirimkan 1 Agustus 2017 kepada pimpinan IWO masing-masing provinsi.

Pengembalian draf yang sudah ditandatangi oleh para pakar dimaksud, selambat-lambatnya tanggal 20 Agustus 2017 berupa hard copy dan soft copy melalui email indonesiaiwo@gmail.com.

"Semoga upaya kita melahirkan KE-WO ini akan menjadi acuan Dewan Pers dalam penyusunan Kode Etik Wartawan Online," kata Sekjen.

Menurut Witanto, KE-WO akan lebih spesifik tentang dunia digital. Mengingat, dunia ciber saat ini perkembanganya lebih cepat tentunya akan akan dibarengi dengan KE WO itu sendiri.

Meski demikian KE-WO tidak akan bertentangan dengan UU Nomor 40 tentang Pers dan isinya meramu dan Kode Etik Dewan Pers, KEWI, KEJ.


"Kami berharap KE WO ini nantinya bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat lebih khusus wartawan online," jelasnya.**(Iskandar Burhan)

Rabu, 17 Mei 2017

IWO Sulsel Resmi Dilantik

Foto: Iskandar Burhan  

smartcitymakassar.com - Makassar -  Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi dilantik hari ini, Rabu (17/05/2017) dilangsungkan di tribun lapangan Karebosi Kota Makassar, Sulsel.

Hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Gubernur Sulsel H. Agus Arifin Nu'mang, MS, Walikota Makassar Moh Ramdhan Danny Pomanto, perwakilan Pangdam XIV Hasanuddin, Lantamal VI, Kadispora Pemprov Sulsel Sri Endang Sukarsih,  sejumlah ormas dan organisasi kepemudaan lainnya.

Dalam sambutannya Ketua Pimpinan Pusat IWO Jodhi Yudono bercerita tentang bagaimana IWO hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberantas berita hoax atau bohong.

"Kita harus lawan berita hoax melalui gerakan melawan hoax," ujar Jodhi.

Menurutnya, berita hoax bermula dari obrolan masyarakat yang tidak terkontrol dan bisa mewabah ke seluruh dunia.

Oleh karena itu lanjut Jodhi, IWO muncul sebagai wadah yang bisa mengontrol berbagai obrolan dan keresahan masyarakat agar tidak menjadi berita hoax.

Jodhi juga menyinggung soal kesejahteraan wartawan yang selama ini masih kurang. "Kurangnya kesejahteraan wartawan yang diberikan perusahaan akan menjadi godaan wartawan di lapangan," kata dia.

Dua hal yang menjadi fokus IWO adalah soal kesejahteraan wartawan dan pemberitaan yang profesional secara benar menjadi PR kita bersama.

Di tempat yang sama Wakil Gubernur Sulsel mengapresiasi kehadiran IWO di provinsi Sulsel. Dirinya berharap IWO bisa memberitakan hal-hal yang positif di Indonesia khususnya Sulsel.

"IWO bisa memberi berita yang memang dibutuhkan oleh masyarakat," kata Wakil Gubernur.

Lebih lanjut mantan Ketua DPRD Sulsel ini mengungkapkan, seluruh lapisan masyarakat termasuk pemerintahan membutuhkan informasi yang cepat dan akurat. "Informasi harus mengikuti perkembangan zaman," jelasnya.

Sementara itu Walikota Makassar Danny Pomanto mengungkapkan, IWO adalah sebuah wadah organisasi wartawan yang luar biasa.

"IWO adalah sebuah wadah yang luar biasa dan harus kita dukung bersama," terangnya.

Danny Pomanto mengucapkan terimakasih dan berpesan agar IWO mampu memisahkan antara pemberitaan fakta dan prasangka.


"Pisahkan antara fakta dan prasangka. Maka IWO akan bermanfaat dan bermartabat. WO akan bermafaat dunia hingga akhirat," pungkas Walikota disambut tepuk tangan undangan yang hadir.* (Iskandar Burhan)

Selasa, 16 Mei 2017

Jumat, 10 Februari 2017

Senin, 18 Januari 2016

H. Ichdar Damogalad: Hidup Serupa Permainan Catur



Smartcitymakassar.com. --Makassar-
Dunia profesional, tak lain adalah sebuah ruang dan kesempatan untuk menghasilkan karya nyata yang dapat memberikan arti untuk lingkup yang lebih besar, baik  untuk keluarga, untuk orang lain  dan masyarakat banyak. Dalam dunia profesional, kualitas, kompetensi serta integritas menjadi medan yang paling menentukan laju perjalanan seseorang menuju puncak karirnya.

Hal inilah yang dialami oleh H. Ichdar Damogalad. Seorang profesional yang merintis karirnya dari jenjang paling bawah, yakni seorang deskman pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Paotere, Cabang Ahmad Yani  di tahun 1988 menuju puncak sebagai Pimpinan Cabang BRI Kabupaten Takalar saat ini. Dalam menekuni perjalanan panjang profesi ini, Ichdar Damogalad mengibaratkannya serupa ‘permainan catur’. “Hidup itu ibarat bermain catur, di mana manusia dibatasi oleh waktu”, tuturnya.

Menganalogikan perjalanan hidupnya seperti permainan catur, memang bukanlah hal yang aneh bagi pria yang sangat low profile ini. Bagaimana tidak, sejak tahun 1985, Ichdar telah mencatatkan dirinya sebagai seorang pecatur handal yang mewakili Sulsel baik di kejuaraan daerah maupun ditingkat Nasional. Sampai saat ini, tercatat dia telah mewakili Sulsel sebanyak kurang lebih 50 kali di berbagai kejuaraan, baik sebagai Master Nasional maupun sebagai Vide Master –gelar pecatur yang disandangnya sampai saat ini.

Dilahirkan di daerah Motabang, Sulawesi Utara, 22 Oktober 1962, Suami dari Hj. Rafiqah Al Amri dan Ayah dari Nurfitri Pratiwi serta Rezki Dwiwani ini memang sangat dekat dengan nilai-nilai profesional yang telah ditanamkan orang tuanya sejak dini. Nilai-nilai filosofi hidup seperti kejujuran dan sikap ikhlas dalam mengerjakan sesuatu adalah nilai hidup yang sampai saat ini menjadi filosofi Ichdar Damogalad dalam menapak kehidupan.

Kejujuran dan Keihklasan bekerja bagi seorang Ichdar Damogalad adalah tuntunan hidup yang sangat membantunya dalam setiap jenjang amanah yang diberikan padanya. Dalam nilai-nilai hidup tersebut, Ichdar Damagolad mampu menapaki hidup dengan mengalir seperti air. “Berdoa, Ikhtiar dan tawakkal, menjaga kesehatan serta pandai mengatur waktu”,  menjadi kiat hidupnya dalam perjalanan menuju tangga sukses seorang profesional seperti yang dicapainya saat ini.

Namun menurut Ichdar Damogalad, satu hal yang tak bisa diabaikan dalam jenjang pencapaian karir profesional seseorang adalah peranan keluarga. “Istri menjadi bagian yang terpenting dalam menentukan karir seseorang”, tegasnya. Di sinilah komunikasi dalam keluarga menjadi sesuatu yang paling berharga dalam hidup seseorang. Kemampuan dalam memanagemeni waktu merupakan syarat mutlak bila seorang profesional ingin mencapai puncak karir pekerjaannya.

Diamanahkan menjadi Pimpinan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Takalar di tahun 2014 lalu, Ichdar Damogalad kini membawahi 7 unit kerja mitra. Sebagai pimpinan, penekanan kerja pada seluruh staf bawahannya adalah yang bagaimana menjadikan seluruh energi dan kemampuan yang ada diabdikan untuk perusahaan serta menjadikan perusahaan sebagai bagian dari problem solving kemaslahatan masyarakat. Dengan waktu sisa pengabdian 3 tahun di Bank Rakyat Indonesia (BRI), Ichdar Damogalad ingin menginpirasi para profesional, utamanya pada rekan-rekannya di BRI bahwa segala sesuatu bila dikerjakan dengan kejujuran, sikap tawakkal, pantang menyerah serta ketekunan yang kuat maka segala sesuatu tidak mustahil akan tercapai.

Step by step, dari jenjang paling bawah hingga menjadi leader yang ditunjukkan oleh kinerja dan bukan bantuan orang lain merupakan kepuasan tersendiri bagi seorang profesional” ujarnya. Inilah yang berhasil ditunjukkan oleh Ichdar Damogalad selama menapaki perjalanan karir profesionalnya. Ke depan, setelah menyelesaikan pengabdian profesionalnya di BRI, panggilan pengabdian lain telah menantinya. Oleh desakan keluarga besar serta kolega-kolenya di daerah Bolaang Mongondo (Bolmang) yang memintanya pulang dan mengabdikan dirinya di sana,  tidak menutup kemungkinan Ichdar Damogalad menerjuni kiprah baru di dunia politik. “Namun itu semua tergantung kekuasaan Tuhan dan garis tangan yang telah ditetapkan”, tuturnya pada SmartCity Magazine.* (Thoha Pacong)