MENUJU PILPRES DAN PILEG 2019

Selasa, 29 Mei 2018

Warga Karuwisi Utara Kompak Akan Menangkan Kolom Kosong


(Foto: Istimewa)

Smartcitymakassar.com. --Makassar- Sejak putusan kontroversial dari KPU Makassar dengan mendiskualifikasi pasangan Danny-Indira (DIAmi), pendukung pun geram.

Warga pun geram, terutama pendukung loyal dan pemilih DIAmi yang mencapai 70 persen lebih. Kali ini, para pendukung itu berjanji tak akan memberi ruang kepada Appi-Cicu memimpin Makassar, dengan memilih kolom kosong.

Alasan warga lebih memilih kolom kosong di Pilkada Makassar 2018 meskipun tak melahirkan pemimpin, karena meyakini kolom kosong merupakan pintu masuk untuk melahirkan pemimpin yang lebih baik lagi.

Seperti warga Kelurahan Karuwisi Utara Kecamatan Panakukang. Dengan jumlah 30 RT dan 8 RW, namun dari pengakuan warga Karuwisi, mereka kompak lebih memilih kolom kosong.

"Sejak dulu di sana kompak antara warga dengan RT/ RW dalam hal pilih memilih di pesta demokrasi," kata Ali Abbas, Ketua RT 01 RW 06 Kel. Karuwisi Utara, Senin malam (28/05/2018).

Menurut Ali Abbas, mereka memilih kolom kosong, pada intinya karena tidak ingin dipimpin dengan orang yang bukan menjadi keinginan warganya.

Walau KPU Makassar hanya menyisakan kolom kosong, dia meyakini, ini merupakan pintu masuk untuk bisa melahirkan pemimpin yang diinginkan rakyat ke depan.

"Kami all out menangkan kolom kosong untuk menolak paslon Appi-Cicu. Makassar belum bisa dipimpin oleh orang yang baru berencana membangun dan belum pernah dilihat dan diketahui kemampuannya dalam konteks membangun Kota Makassar. Padahal kan Pak Appi itu pengusaha. Sekarang Makassar sudah baik. Masa' Pak Danny yang berjasa mau dizalimi begitu," kata ketua Bombardir Karuwisi Utara, sekaligus sebagai Ketua RT 01 RW 06, Ali Abbas.

Sementara itu, Abdullah Mahir warga ORW 04 Kel. Karuwisi Utara mengatakan, Kotak kosong itu adalah hak konstitusional warga untuk menyalurkan hak politikanya.

"Jadi warga tidak boleh dihalangi apalagi diintervensi dalam menentukan pilihan. Kolom Kosong itu adalah wadah yang sah dalam menentukan hak konstitusional setiap warga, alasannya kenapa memilih kolom kosong, bisa jadi warga tidak ingin memilih paslon yang ditawarkan  oleh KPU Makassar," terang Abdullah Mahir.* (Iskandar Burhan)