MENUJU PILPRES DAN PILEG 2019

Tampilkan postingan dengan label Kesejahteraan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesejahteraan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Desember 2016

BNK Makassar dan LP2M2 Gelar Penyuluhan Pencegahan Narkoba

(Foto: Humas Badan Narkotika Kota (BNK) Makassar, 2016)


Smartcitymakassar.com. --Makassar- Badan Narkotika Kota (BNK) Kota Makassar menggandeng Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Mandiri (LP2M2) Kota Makassar gelar Pelatihan dan Penyuluhan Narkoba bagi Guru dan Siswa/Siswi SMA, SMK se-Kota Makassar.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Aswin, Makassar, 29-30 Desember 2016, ini adalah untuk pencegahan peredaran dan penggunaan narkoba.

Kepala BNK Kota Makassar yang diwakili oleh Kasubag Keuangan dan Perencanaan BNK, Muh. Al Gazali menjelaskan bahwa pihaknya memang banyak melakukan pencegahan dan koordinasi kepada pihak terkait seperti pihak kejaksaan, kepolisian dan bea cukai.

"Kita memang pencegahan dan koordinasi seperti pelatihan pencegahan narkoba dan sebagainya," Kata Al Gazali usai membuka kegiatan pelatihan ini Kamis (29/12/2016).

Al Gazali juga menjelaskan bahwa pihaknya juga banyak melakukan pendekatan humanis kepada masyarakat sebagai bentuk pencegahan. "Kita juga lakukan pendekatan humanis melalui lorong binaan," lanjutnya.

Sementara Ketua Lembaga Pengembangan dan Pengabdian masyarakat mandiri (LP2M2), Syahruddin menjelaskan bahwa pihaknya terus bersinergi dengan pemerintah dalam pencegahan narkoba. Menurutnya, narkoba merupakan hal yang mesti diperangi.

"Kita akan selalu bersinergi dengan pemerintah untuk melakukan pencegahan narkoba," tutur Bayu sapaan akrab Ketua LP2M2 ini.

Pada kesempatan tersebut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Rahman Pina yang merupakan narasumber mengajak kepada para siswa untuk menjauhi narkoba.

"Kalau mau jadi orang hebat, orang sukses maka jauhi narkoba," kata Rahman Pina.* (Iskandar Burhan)

Kamis, 12 Mei 2016

Data WHO 2016: Negara Berkembang Paling Parah Alami Polusi Udara

Sumber Gambar: Google Map, World Map, 2016

Smartcitymakassar.com. --Makassar- Polusi udara, dalam lima tahun terakhir, meningkat hingga 8%, dimana negara-negara berkembang adalah yang paling parah mengalaminya, seperti ditunjukkan oleh data dari WHO. Hal tersebut diuraikan oleh John Vidal di laman The Gurdian, Kamis (12/05/2016), dalam tulisannya berjudul "Air Pollution Raising at 'Alarming Rate' in World's Cities".

Data yang diambil dari 3,000 kota oleh World Health Organization (WHO) menunjukkan polusi udara di luar ruangan (outdoor pollution) mengalami kenaikan sekitar 8% secara global dengan jutaan penduduk terpapar udara berbahaya (dangerous air).

Sementara semua wilayah di dunia terkena efeknya, kota-kota berkembang di Timur Tengah, Asia Tenggara dan Pasifik Sebelah Barat adalah lokasi yang mendapat pengaruh paling besar dengan tingkat polusi lima hingga 10 kali di atas level yang direkomendasikan oleh WHO.

Partikel ultra-halus atau 'ultra-fine particles', berdasarkan database terbaru dari WHO, yang kurang dari 2.5 mikron (PM2.5s), tertinggi di India. Ada 16 kota di India dari total 30 kota paling terpolusi. Cina, yang telah tertular oleh polusi udara, telah memperbaiki kualitas udaranya sejak 2011 lalu. Sekarang, hanya lima kota di Cina diantara 30 kota paling terpolusi.

Kota paling terpolusi, menurut data WHO ini, adalah kota Onitsha di Nigeria, dengan level 594 mikrogram per meter kubik (micro-gram/m3), disusul Penshawar di Pakistan (540), dan Zabol di Iran (527).

Sementara itu, kota-kota di negara maju, seperti Sydney, New York dan London, secara umum levelnya lebih rendah dengan masing-masing 17, 16, dan 22 mikrogram per meter kubik untuk ukuran PM10s. Namun, menurut John Vidal, perlu dicatat bahwa data ini hanya mencakup pengukuran untuk partikel dan tidak termasuk bentuk-bentuk polusi udara seperti NO2 dan ozone.* (Riad Mustafa)

(Sumber: John Vidal, "Air pollution raising at an 'alarming rate' in world's cities", The Guardian; World Health Organization (WHO) Global Urban Ambient Air Pollution Databse (update 2016))