MENUJU PILPRES DAN PILEG 2019

Tampilkan postingan dengan label LifeStyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LifeStyle. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Juli 2017

Jumat, 21 April 2017

Tepat di Hari Kartini, Mall Phinisi Point Dibuka di Makassar

Foto: Istimewa  

smartcitymakassar.com - Makassar - Tepat di Hari Kartini , Kamis (21/4/2017), Mall Phinisi Point dibuka untuk masyarakat Makassar dan sekitarnya. Phinisi Point merupakan lifestyle mall dengan konsep tematik.

Demikian disampaikan oleh CEO Phinisi Group Anggiat Sinaga saat memberikan sambutan pada trial operation mall tersebut di kompleks Hotel The Rinra, Makassar (21/4/2017).
“Acara hari ini adalah acara trial operasional, masih percobaan. Belum acara soft opening,” kata Anggiat.

Meskipun masih trial namun para pengunjung yang hadir para saat seremonial trial operational terlihat memenuhi kursi-kursi yang disediakan panitia.

Sedangkan mengenai trial operational yang bertepatan dengan hari Kartini, secara diplomatis Anggiat mengatakan, dimaksudkan agar ibu-ibu bisa memberkati keberadaan dan aktifitas yang ada di mal ini.

“Yang sering ke mal kan ibu-ibu, jadi pas kalo trial operationalnya di Hari Kartini,” kata Anggiat.

Phinisi Point adalah lifestyle mall yang memiliki konsep tematik, dan berada dalam satu area Hotel The Rinra. Rencananya akan dilauching pada Desember mendatang.

Mal ini akan ditempati oleh sekitar 70 persen tenant kuliner dan akan menjadi representasi kota pelabuhan terkenal di dunia dapat dijelajahi tanpa batas.

Beberapa tenant makanan yang sudah/akan menempati mal ini adalah Sumobo Korea Food, Oldtown Coffe Shop, Warung Leko dan fast food lainnya.

Phinisi Point memiliki konsep food & beverage, entertainment, dan lifestyle. Mal dengan perpaduan bar, restoran, dan kedai makanan yang menyediakan aneka kuliner mulai dari cemilan cepat saji, olahan kopi, serta hidangan lengkap.


Phinisi Point akan mengoperasikan tiga lantai dengan konsep dan interior tematik, di setiap lantai punya zona yang masing-masing memiliki tema kota-kota terkenal dunia, seperti : London, Amsterdam, New York, Tokyo, Hongkong di mal tersebut. (Thoha Pacong)

Sabtu, 07 Mei 2016

Di MC Expo 2016, Kelurahan Maccini Siapkan Becak dengan Pengemudi Bermahkota Raja

Kelurahan Maccini tampak giat mempersiapkan satu (1) unit becak sebagai wakilnya dalam MC Expo 2016 nanti.
Sumber Foto: Lurah Maccini, Juliaman, 2016

Smartcitymakassar.com. --Makassar- Kelurahan Maccini, Kecamatan Makassar, sementara giat menghias 1 (satu) unit becak. Becak tersebut mereka persiapkan untuk menyemarakkan dan menyukseskan acara MC Expo 2016 yang akan berlangsung dari 8-11 Mei 2016 nanti. 

Becak tersebut menjadi salah satu wakil Kelurahan Maccini pada acara tersebut dengan tema "Pelayanan Prima dengan Mengedepankan Sombere' dengan Smart City". Tampak sejumlah 13 Praja IPDN, terdiri dari 4 putri dan 9 putra, yang sementara melaksanakan Studi Praktek Lapangan di Kelurahan Maccini ikut serta menghias becak tersebut, Sabtu (07/05/2016), bertempat di Kantor Kelurahan Maccini.

Dalam Parade Becak nantinya, pengemudi becaknya akan disiapkan Mahkota Raja, sementara penumpangnya berpakaian adat 'Baju Bodo'. Menurut Juliaman, pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa sang pengemudi adalah pelayang masyarakat yang melayani penumpangnya, warganya.* (Iskandar Burhan)

Minggu, 24 April 2016

Kampung Popsa Salah Satu Tempat Nongkrong Terbaik Makassar

Foto: 1001wisata.com

smartcitymakassar.com –Makassar- Sebagian orang terkadang bingung untuk mencari referensi tempat nongkrong saat mereka tugas keluar daerah.

Bagi kota Makassar, tempat nongkrong memang masih tergolong sedikit dibandingkan dengan kota besar seperti Jakarta, Bandung dan kota besar lainnya. Namun justru dari minimnya tempat nongkrong tersebut, membuat tempat nongkrong yang asyik ditempati, akhirnya menjadi ramai dikunjungi, baik dari pengunjung lokal atau pengunjung luar kota Makassar.

Salah satu tempat nongkrong yang ramai tersebut ialah Kampoeng Popsa. Kampoeng Popsa berlokasi di Jalan Ujung Pandang tepat di depan Fort Rotterdam (jantung kota Makassar), merupakan tempat nongkrong yang bernuansa natural. Tempat yang luas disekitar pinggir pantai Losari ini membuat pengunjung dengan leluasa menikmati sajian aneka makanan dan minuman sambil melihat suasana lautan disekitarnya.

"tempatnya keren, makanannya dan minumannya juga beragam. Eh ada laut lagi guys", kata Dian pengunjung dari Jakarta, Sabtu (23/4/2016).


Namun bagi pengunjung yang ingin nongkrong pada waktu akhir pekan, harus secepatnya datang ke Kampoeng Popsa tersebut. Hal ini di sebabkan karena terlalu banyaknya orang yang datang ke tempat nongkrong ini, sehingga banyak pengunjung yang akhirnya tidak dapat tempat meja lagi. Apalagi setiap akhir pekan Kampoeng Popsa di hibur oleh live musik dari band band yang profesional, sehingga menambah ke asyikan tempat ini. (Iful Munzir) 

Minggu, 28 Februari 2016

Mai : Wakil Makassar Menghentak Ajang The Voice Indonesia



smartcitymakassar.com –Makassar- Kota Makassar selain dikenal dengan kuliner tradisionalnya yang sedap, juga sebagai tempat menyimpan talenta di bidang musik. Seperti di ajang pencarian bakat bertajuk The Voice Indonesia.

Maizura (16 thn) pelajar SMA 5 Makassar adalah salah satu wakil yang berhasil tembus di acara The Voice Indonesia. Dengan berbekal juara 3 Stuvo RRI Makassar 2014 lalu, Maizura yang akrab disapa Mai, mencoba mengasah bakatnya. "Ikut audisi ini, selain iseng, juga mencari pengalaman untuk mengasah kemampuan nyanyi saya," imbuhnya.


Hebatnya, Mai menjadi peserta pembuka acara bertema The Blind Audition I The Voice Indonesia 2016 pada jumat lalu (26/2) di RCTI. Dia membawakan lagu dari Paramore dengan beat tinggi berjudul Still Into You.


Ada empat juri sekaligus sebagai coach di ajang ini, yaitu: Ari Lasso, Kaka Slank, Agnes Monica, dan Judika. Judika dan Kaka Slank terpukau akan kemampuan Mai. Mereka ingin agar Mai menjadi mentornya. Dan yang dipilih oleh wakil Makassar itu adalah Judika karena dialah yang pertama pencet tombol dari Kaka Slank.


Di sela acara tersebut, SmartCity Online menanyakan langsung apa harapan Mai kepada masyarakat kota Makassar, utamanya anak-anak muda Makassar. " Saya berharap warga Sulsel, khususnya Makassar, mendukung langkah saya. Insya Allah bisa mengharumkan kota tercinta ini. Buat teman-teman yang punya bakat nyanyi, asah terus dan jangan bosan untuk mencari pengalaman," kata pelajar yang tinggal di BTN Bumi Bung Permai Blok B 10 A No. 9 Makassar* ( Rahmat Mustafa)

Jumat, 29 Januari 2016

Menikmati Kopi Susu di Warkop CCR Toddopuli



smartcitymakassar.com -Makassar- Siang itu cahaya matahari kinclong di atas sana. Udaranya begitu palak hingga membuat keringat bercucuran. Begitu memasuki pintu kaca yang sudutnya berwarna oranye dan diatas pintu itu bertuliskan CCR, udara yang tadinya tidak bersahabat, berubah menjadi sejuk. Pasalnya, ruangannya terasa dingin, nampak kursi empuk tertata rapi berbalut hitam-oranye, lantai bersih dan berkilau.


CCR adalah singkatan dari Country Coffee Resto, sebuah warung kopi dengan konsep modern. Lokasinya tepat berada di jalan Toddopuli Raya Timur A3/11 kota Makassar. Berbagai macam makanan dan minuman bisa dinikmati. Yang menarik, tempat ini merupakan salah satu tempat favorit Pemkot Makassar mengadakan pertemuan rutin dengan pihak media dengan tajuk kegiatan “Coffee Morning”. Bahkan menurut pengelola, H. Awe, pihak Pemprov dan Polda Sul-Sel juga sering melakukan pertemuan di warkop ini.


Mulanya warkop CCR adalah tempat bermain bilyard dengan ruko dua lantai. Ruko di belakang CCR, oleh pemiliknya H. Ajis, dibelinya. Kemudian dijadikan satu. Mei tahun 2014, barulah warkop CCR beroperasi. Lantai satu adalah warung kopi dan lantai dua adalah tempat bermain bilyard. Perpaduan bisnis yang sangat menjanjikan di kota tercinta ini.


Warkop CCR memiliki karyawan 25 orang, terbagi kedalam dua shift, pagi dan malam. Buka mulai pukul 10 pagi hingga pukul 2 dini hari. Pengunjung dapat pula menikmati live music setiap harinya mulai pukul 21.00 WITA. Apabila ingin bersantai tanpa hentakan live music, bisa memilih ruangan VIP dengan fasilitas AC yang berada di ruang depan. Pihak pengelola warkop juga memfasilitasi pengunjung bila ingin bertemu dengan kolega bisnis di ruang pertemuan (meeting room) dengan fasilitas yang lengkap***(Rahmat Mustafa)  

Sabtu, 23 Januari 2016

Touring For Society dari Medical Car Indonesia



Smartcitymakassar.com. --Makassar- Komunitas Medical Cari Indonesia (MCI) yang seluruh anggotanya dari kalangan profesi kedokteran melakukan kegiatan yang disebut "Touring for Society", di Desa Pa'rasangang Baru, Kecamtan Galesong, Kabupaten Takalar, Sabtu (23/01/2016), dari pukul 11:00 hingga 18:00 WITA.

Kegiatan "Touring for Society" yang dilakukan MCI adalah perwujudan dari harapan mereka untuk berbagi informasi mengenai kesehatan agar pengetahuan untuk mencegah lebih dini bisa dilakukan oleh masyarakat. Kesehatan masyarakat bagi MCI adalah sebuah tanggung jawab.




"Touring for Society" adalah kegiatan yang berlatar belakang kesehatan termasuk mengajak kalangan anak-anak hingga dewasa untuk sharing dan memberikan sebuah motivasi atau pengalaman yang inspiratif. Kegiatan-kegiatan dari "Touring for Society" MCI meliputi pemeriksaan kesehatan, cek status gizi, penyuluhan kesehatan, dan kelas inspirasi.* (Thoha Pacong)

Minggu, 10 Januari 2016

Enjoy Makassar by Cycling



Makassar. Smartcitymakassar.com. Cycling communities are increasingly popular in Makassar. They come from old bike (ontel), Eastern Bike Community and Bike to Work. 'Gowes' as the familiar term of this hobby is part of interesting as well as exciting activity knowing and exploring the all parts of the city in Makassar.

One can both cycling and visiting or exploring for example different historical sites or places as what cycling communities like Eastern Bike Community do every Saturday and Sunday. Usually their route starts from Fort Rotterdam, a famous and historical site where two-sides roads separate the fort from Losari Beach. Cycling along the roads that follows the coastline of Losari to the south, they stop off at two transits; row of semi-permanent coconut stalls to buy coconut water and Anjungan Losari or 'Losari Pavilion'. 

From Losari Pavilion the tour continues to south-southwest direction following the Metro Street. Cycling along this street, at least two familiar places for picnics or swimming namely 'Akkarena Beach' and 'Tanjung Bayang' they pass. From these always-booming-visitors places, they pass Tanjung Bunga real estate, circling a built-lake up to other historical fort, Somba Opu, at the southern part of Makassar. The area of this fort is surrounded by replicas from all traditional houses in South Sulawesi area.   

Knowing and exploring Makassar city from cycling seems like an adventure. Every destinations have their own interesting and unique call. A call that may be not heard or sensed while driving car, for example. You deserves to do a 'seems like' adventure to know and explore Makassar, if you have just a bike.* (Iskandar Burhan) 

Sabtu, 09 Januari 2016

Mengenal Makassar dengan Bersepeda



smartcitymakassar.com –MAKASSAR- Di kota Makassar, komunitas sepeda mulai marak bermunculan. Mulai dari komunitas sepeda tua (ontel), Eastern Bike Community hingga komunitas Bike to Work. Hobi bersepeda yang akrab diistilahkan Gowes ini menjadi kegemaran yang cukup menarik untuk lebih mengenal destinasi kota Makassar dengan mendalam.

 Makassar memang tempat yang cukup tepat untuk menyalurkan hobi bersepada sambil melakukan petualangan menyusuri kota menikmati tempat bersejarah atau destinasi lain. Hal ini kerap dilakukan oleh komunitas-komunitas biker, seperti Eastrern Bike Community di hari Sabtu dan Minggu di kota berjuluk Anging Mamiri ini.

Biasanya, komunitas ini berkumpul dan memulai wisata gowesnya di benteng Fort Rotterdam yang berhadapan langsung dengan Pantai Losari Makassar. Dari benteng ini, mereka kemudian menyusuri Pantai Losari dan singgah sejenak di Anjungan Pantai Losari. Apa lagi sebelumnya mampir dulu di deretan panjang pedagang kelapa muda untuk membeli air kelapa dan memasukkannya ke botol untuk diminum sepanjang perjalanan.

Dari Losari kominitas ini menyusuri areal jalan Metro yang sejuk di mana Central Point of Indonesia bakal terbangun di sana. Perjalanan terus dilanjutkan hingga ke lokasi pantai wisata Akkarena  dan pantai Tanjung Bayam yang cukup terkenal di kota ini.

Dari pantai Akkarena dan Tanjung Bayang, perjalanan dilanjutkan mentusuri perumahan Tanjung Bunga dan memutar ke danau dan sampai ke kawasan benteng Somba Opu. Di kawasan benteng peninggalan kerajaan Gowa terbangun replika rumah-rumah adat yang ada di Sulawesi Selatan.


Mengenal Makassar dan destinasinya lewat kayuhan sepeda menjadi sebuah hobi petualangan yang sangat menarik. Dengan berbekal sepeda, wisata gowes untuk lebih mengenal kota Makassar ini pantas dicoba. * (Iskandar Burhan)

Rabu, 06 Januari 2016

Jogging in the 'Tiger Park'



Smartcitymakassar.com. --Makassar- It is different as usual this morning. Noises and smokes always accompanying the beginning day is disappearing. Fresh air and breezy wind build the park atmosphere so attractive and comfortable for jogging lovers. 'Tiger' Park or 'Taman Macan' invites the joggers warmly.

It is easy to find this park. It is at the city center of Makassar, at Slamet Riyadi Street. For Makassar locals it is one of the favourite places. The locals from different ages come to enjoy, to get the impression of, the park. Most of them are jogging. Some others come with their families. While others go there just to enjoy the well-known traditional cake called 'Baroncong'. "I just come here to buy 'baroncong'. They are delicious", answered Kasim with his specific Makassar dialect.

"I come here every every Saturday and Sunday morning together with my office colleagues," said Riswan, a professional works at private office in Makassar. "After jogging, we do not immediately go home, instead, do some relaxes here, enjoying the park," he further added, while appointing a small poll located in the middle of the park.

The park is surrounded by some long trees. Some benches are well arranged, and a poll is put in the middle of the park. There stands a monument at the southern part to commemorate brave persons who part of the "Indonesian Tiger Troops" or "Kelasykaran Harimau Indonesia". At the top of the monument stands a tiger. From this tiger comes the popular name of this park, "Taman Macan" or "Tiger Park".* (Rahmat Mustafa)

Selasa, 05 Januari 2016

Jogging di Taman Macan

Photo: Muhindra

Smartcitymakassar.com. --Makassar- Pagi itu terasa lain dari biasanya. Deru dan asap dari lalu-lalang kendaraan, hilang bak embun disinari matahari. Udaranya segar, ditambah angin berhembus pelan membuat keadaan terasa silir. Tentu, keadaan ini memancing para pecinta jogging untuk mampir di Taman Macan.

Lokasinya sangat mudah didapat, tepat di jalan Slamet Riyadi. Tempat ini menjadi favorit warga kota Makassar. Mulai dari lansia, orang tua, anak muda, hingga anak-anak, datang untuk menikmati suasana taman kota yang merupakan paru-paru kota Makassar.

Umumnya mereka berjogging ria. Ada yang datang untuk bersantai bersama keluarga. Ada juga yang mampir hanya sekedar menikmati makanan khas kota Makassar, kue baroncong. “Mau jeka beli baroncong, nyamangngi tawwa,” jawab Kasim dengan logat khas Makassarnya.

“Saya ke sini bersama teman kantor, tiap pagi hari Sabtu dan Minggu, “ kata Riswan yang berprofesi pegawai swasta. “Habis jogging, tidak langsung pulang. Istirahat dan bersantai di tempat itu,” lanjutnya sambil menunjuk kolam air di tengah Taman Macan.

Area ini dikelilingi pohon-pohon yang menjulang tinggi. Tempat duduk tertata rapi, ada juga kolam air yang tepat berada di tengah taman itu. Bagian Selatan terdapat monumen untuk memperingati para penjuang yang tergabung dalam “Kelasykaran Harimau Indonesia”. Di bagian atasnya berdiri kokoh patung Macan. Itulah mengapa disebut Taman Macan. Tapi, mengapa bukan patung harimau seperti nama kelasykaran para pejuang, entahlah? * (Rahmat Mustafa)


Minggu, 27 Desember 2015

Medical Car Indonesia: Pada Mulanya Adalah Peduli



smartcitymakassar.com -MAKASSAR- Berawal dari kecintaan yang sama terhadap otomotif serta kepedulian pada kesehatan masyarakat, Medical Car Indonesia hadir dan dideklarasikan. Uniknya, komunitas pencinta otomotif ini  berasal dari latar belakang profesi kedokteran dengan lintas universitas baik di Makassar maupun luar Makassar.

Sabtu sore 24 Oktober 2015, pukul 16.00 Wita, di Plaza Barat Trans Studio Mall, Makassar, terlihat ada kesibukan yang tidak biasa. Sekelompok kaum muda dengan stelan uniform putih kongkow-kongkow di sana. Sore itu memang  menjadi momen penting bagi  komunitas pencinta otomotif ini. Sebuah event yang menandai resminya sebuah komunitas hadir di tengah publik. Deklarasi komunitas pencinta otomotif “Medical Car Indonesia (MCI)”.

Bertepatan dengan Hari Dokter Indonesia, 24 Oktober, komunitas Medical Car Indonesia  (MCI) resmi di launching. Dipilihnya momen di hari tersebut bukan tanpa sebab. Menurut Ketua MCI, Wawan Satriawan, dipilihnya Hari Dokter Indonesia sebagai momen deklarasi Medical Car Indonesia karena tidak terlepas dari latar belakang profesi para anggotanya, yakni profesi kedolteran. Maka tidak mengherankan bila rangkaian acara dalam deklarasi komunitas ini tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial belaka. Namun aksi kepedulian pada masyarakat lebih mendominasi di sana

Kepedulian terhadap sesama menjadi basis pemersatu komunitas ini di samping minat yang sama dalam otomotif. Menggandeng Youth Act for Charity and Sosiety (YACS), sebuah lembaga sosial yang punya kepedulian yang sama, serta unit transfusi darah (UTD) PMI,  di hari pendeklarasian itu, Medical Car Indonesia melakukan aksi sosial berupa donor darah sekaligus melakukan kegiatan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat oleh dokter-dokter muda yang tergabung dalam komunitas ini.

Pada launching Medical Car Indonesia ini (MCI) ini juga dilakukan acara pemotongan nasi Tumpeng bersama seluruh anggota komunitas yang hadir serta dimeriahkan panggung hiburan yang menampikan performance dance serta ditutup dengan kemeriahan pesta kembang api yang cukup mengundang minat masyarakat di Plaza Barat Trans Studio Mall, Tanjung Bunga Makassar.

Menurut Ketua Medical Car Indonesia (MCI), Wawan Satriawan, komunitas ini sebenarnya telah terbentuk sejak 17 Agustus 2015 lalu. Dengan alamat Sekretariat di Perumahan Dosen Tamalanrea Blok AB/38 Makassar, Medical Car Indonesia (MCI) telah menyusun struktur keorganisasiannya. Selain Wawan Satriawan sebagai Ketua, Abdul Malik Nas selaku Ketua Harian, Sekretaris Tria Ike Safitri, Bendahara Farisah Dewi Batari serta berbagai Divisi dan Koordinator. Adapun Penasehat Komunitas Medical Car Indonesia (MCI) ini adalah dr. Jainal Arifin Sp.OT (Orthopedi) dan dr. Abdul Azis Sp. U (Urologi).


Ke depan, komunitas ini akan senantiasa bergerak dalam berbagai kegiatan sosial yang berbasis kesehatan serta semakin memperluas jumlah keanggotaannya. Sampai saat dideklarasikan Medical Car Indonesia telah mencatatkan 64 anggota yang tergabung dari berbagai perguruan tinggi, seperti Fakultas Kedokteran Unhas Makassar, Fakultas Kedokteran UMI Makassar, Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar serta member dari Fakultas Kedokteran Kristen Maranatha, Bandung.*      (Thoha Pacong)

Jumat, 25 Desember 2015

Liburan Panjang, Wisata Pantai Ramai Dikunjungi Warga



smartcitymakassar.com –MAKASSAR- Memasuki libur panjang akhir tahun, wisata pantai ramai dikunjungi warga Kota Makassar. Di samping tak merogoh kocek yang banyak, lokasinya pun tidak jauh dari pusat kota Makassar.

“Ini juga cocok untuk keluarga karena mengenalkan anak-anak akan daerah kita yang banyak pantainya”, kata jufriadi, seorang pengunjung di Pantai Bayam Makassar, Jumat, (25/12)

Kota Makassar memang terkenal dengan  kota pantai dengan lokasi wisata pantainya yang banyak seperti Pantai Bayam, Pantai Tanjung Merdeka, Pantai Losari dan pantai Akkarena.


Walaupun saat ini telah memasuki musim penghujan, warga terlihat antusias memanfaatkan liburan ini dengan melakukan aktivitas di luar rumah, termasuk berwisata ke pantai. * (Iskandar Burhan)

Lions Clubs Internasional:Hadir untuk Melayani



smartcitymakassar.com -MAKASSAR- Didirikan di Amerika Serikat pada tahun 1917 dengan nama The Internasional Association of Lions Clubs (Lions Clubs Internasional), gaung organisasi relawan ini tak pernah surut. Di Indonesia, sebagai wadah pengabdian dan pelayanan untuk masyarakat, kehadiran Lions Club dengan nama Lions Club of Djakarta sejak tahun 1969 menandai jejak kiprah pelayanan organisasi ini.

Lions adalah akronim dari Liberty, Intelligence, Our Nation, Safety yang mengandung arti “Kebebasan, Kecerdasan (untuk) Keselamatan Bangsa Kita”. Organisasi pelayanan masyarakat yang memiliki perwakilan di PBB ini, tercatat telah melakukan pengabdian dalam pelayanan masyarakat kurang beruntung sejak 18 November 1969 dan pada 1 Juli 1975 Lions Clubs Indonesia resmi dicanangkan.

Dalam lingkungan organisasi nirlaba di mana pun, para relawan yang tergabung dalam Lions Clubs telah banyak membuktikan diri sebagai sosok-sosok yang terdepan dalam menggerakkan aksi kepedulian pada masyarakat. “Peduli dan siap melayani berbagai kepentingan masyarakat, baik lokal, nasional maupun dunia merupakan prinsip pelayanan yang ditanamkan secara teguh pada setiap anggota relawan.

Berasal dari berbagai ragam lingkungan profesi, bangsa dan agama,  para anggota Lions Clubs bergerak dengan kerja pelayanan dan pengabdiannya. Peningkatan kesejahteraan rakyat merupakan basis kerja pelayanan yang menjadi rujukan pokok setiap aktivitas organisasi. Solidnya kekuatan organisasi yang terbangun serta jejaring kerja yang sangat luas menjadikan organisasi ini memang terbilang jauh melampaui gerak kiprah organisasi relawan lain di Indonesia.

Jejak kiprah Lions Clubs dalam proses kerja pengabdiannya pada masyarakat memang telah jauh tertanam dalam setiap kerja pelayanan. Kemampuan organisasi ini untuk menarik minat para relawannya merupakan salah satu nilai tambah mengapa Lions Clubs mampu menjadi organisasi dunia yang sangat berpengaruh. Bagaimana tidak, dalam gerak organisasinya, Lions Clubs bukan saja menjadi ‘pelayan masyarakat’, namun lebih dari itu, organisasi ini juga sangat bermanfaat bagi para anggota relawannya sendiri.

Berbagai maanfaat langsung bisa didapatkan oleh para anggota Lions Clubs ini, antara lain memperkuat jaringan relationship dengan latar profesi, bangsa dan agama yang berbeda, meningkatkan potensi kepemimpinan lewat berbagai jenjang jabatan di lingkungan Clubs, Distrik dan Internasional. Di samping itu, keungtungan yang didapatkan adalah kesempatan untuk mengembangkan bakat serta mengikuti pelatihan kepemimpinan (Leadership Training) serta yang lebih utama adalah mampu menjadikan hidup berguna bagi orang lain.


Dalam kerja pelayanan masyarakat Lions Clubs, tercatat ada 7 kategori program kegiatan yang telah dicanangkan pada masing-masing Club. Setiap Club dapat memilih salah satu kegiatan sebagai bagian dari kerja pelayanannya. Tujuh kategori program tersebut antara lain, pengabdian pada masyarakat, program penyuluhan dan penanggulangan diabetes, program kelestarian lingkungan dan perawatan pendengaran dan bakti bagi para tuna rungu. Dengan program kegiatan ini, Lions Clubs terus bergerak menjadi sebuah organisasi relawan dunia yang mumpuni dan sangat disegani.* 
(Thoha Pacong)

Minggu, 20 Desember 2015

Ekspresi Busana Wanita Muslim



smartcitymakassar.com -MAKASSAR- Busana wanita muslim berstyle modern saat ini telah menjadi pilihan gaya berbusana bagi kaum wanita diperkotaan, tak terkecuali di kota Makassar. Dengan kata lain, busana dengan ciri khas desain yang menutup seluruh tubuh (hijab) ini telah menjadi sebuah identitas dan gaya hidup dalam berbusana, terutama di perkotaan.  Seiring geliat industri fashion, busana muslimah juga semakin banyak menyajikan beraneka ragam desain dan corak model dengan tren perkembangan yang semakin dinamis.


Gerak pertumbuhan dan perkembangan kota memang menjadi bagian tak terpisahkan dari turut berkembangnya berbagai desain busana muslimah. Fenomena ini semakin lama  semakin menjadi ruang pengungkapan jatidiri dan identitas bagi wanita muslim di kota Makassar. Dengan begitu, guna memenuhi kebutuhan wanita muslim yang kian dinamis dan penuh dengan aktifitas, produk, desain serta model busana muslim ini semakin variatif. Selain pemilihan bahan yang menampikan kenyamanan dan berkualitas, desain modelnya pun terus mengalami perkembangan yang cepat. Modis, elegan dan anggun namun tanpa melepaskan nilai-nilai syar'I merupakan syarat yang menjadi acuan para perancang model busana muslimah ini agar mendapat tempat di hati pelanggannya dan pemakainya.

Beraneka gaun untuk pesta, busana bersantai hingga desain model untuk aktifitas kegiatan kerja dengan mudah kita temui di berbagai butik-butik serta pusat perbelanjaan di kota Makassar, dengan beragam pilihan desain muslimah yang sangat bervariasi. Di pusat perbelanjaan seperti Makassar Trade Centre (MTC), Karebosi link, Mall Panakukang Makassar, banyak menyediakan variasi model terbaru busana muslimah, sehingga sampai saat ini di pusat perbelanjaan tersebut masih menjadi pilihan utama warga  Makassar  untuk berbelanja busana. Perkembangan tren busana wanita muslim ini juga sangat didukung dengan kian maraknya toko online di dunia maya yang menawarkan cara berbelanja yang mudah bagi wanita yang tidak punya cukup waktu berkunjung ke pusat perbelanjaan.

Tren busana muslimah pun semakin cepat berganti dengan terus bermunculannya model baru yang selalu disambut antusias para wanita muslimah. Hal ini terlihat pada butik atau kios penjualan baju muslimah yang selalu ramai pengunjung, terlebih saat menjelang hari raya Lebaran. Agaknya busana muslimah ini memang telah menjadi pilihan busana yang menarik serta menjadi bagian yang turut mewarnai dinamika perkembangan fashion di Indonesia umumnya dan kota Makassar khususnya.

Untuk tahun ini tren busana muslimah di kalangan ibu ibu masih didominasi dengan gamis syar'I  modern dengan paduan khimar panjang berbahan satin, kaos, shifon atau katun beraneka motif, model dan gradasi cantik. Sedangkan di kalangan wanita muda dan remaja masih dominan dengan paduan celana panjang legging berpadu blus berbahan satin, shifon, kaos dan cardigan kaos panjang, jilbab pasminahlilit juga dengan corak dan motif warna-warni menarik dan modis.

Semarak trend busana muslimah dikalangan wanita muslim modern tak lagi sekedar tren tapi telah menjadi kebutuhan penting dan gaya hidup (lifestyle) yang akan terus bertumbuh seiring perkembangan zaman yang semakin dinamis, bergerak cepat namun tanpa mengurangi nilai tuntunan syar'inya sebagaimana tuntunan berbusana dalam agama* (Nila Munzir)

Senin, 26 Oktober 2015

Kite Competition at Akkarena Beach (English Version)

SmartCity Magazine

6th Edition / September 2015 (Page 34-35)





Local Makassar was entertained by an attractive event during 15-16 August 2015 at Akkarena Beach, Makassar.  It is one of the Makassar Government Office of Tourism and Creative Economy programs called Kite Competition 2015.  The competition was not only aimed at tourism event, but also at converging kite design creativity and family recreation.

A Pinisi-design kite, around two times of adult size, flew over Akkarena Beach.  The Pinisi snaked elegant among the swishing wind and the free swashing tides.  The sky over Akkarena during that Saturday and Sunday was fully covered colorfully decorated by around 500 different sizes and forms either traditional or modern design kites.  Hundreds of visitors, dominated mostly by parents accompanying their children, vibrantly greeted this performance that is part of the annual program from Tourism and Creative Economy Makassar Office.  More interestingly, visitors got a free kite after completing registration.

Kite enthusiasts from all over the country, even from abroad, got together for two days.  There were around 700 visitors participated this year.  Included to these participants was Indonesia Kite Museum to show their unique and interesting collections.  Comparing to the previous events, this year showed the increasing number of participants and attracting local and international tourists.  “In the future, we hope that this event will be an international event”, explained Muh. Roem, Head of Marketing and Promotion of Tourism and Creative Economy Makassar Office.

Kite Competition 2015 is the second event conducted by this office.  This 2015 event, as annual calendar for tourism promotion, has achieved an increasing in participant numbers as well as in kite collections and models.  The visitors enjoyed very much and overflowed.  The successful factors are that this competition also put educational element in addition to entertainment.  The committee also invited Rizcky de Keizer, Adiduri and ANF Band, to entertain the visitors with their nice songs.  The competition, which was directly opened by Head of Makassar Office of Tourism and Creative Economy, Rusmayani Madjid, offered many different attractions.  For example, there was workshop about kite for children, Candy Drop attraction, Rokkaku Challenge sport kite, Stunt Kite, Flapjack Kite, and kite painting and coloring.  It is no doubt that the successful event has attracted many visitors, especially for families in Makassar, to come to this event.


Other aspect that contributed to the success of this event is photography activity.  Therefore, among the visitors coming to this event, there were some known figures who took this photography moment.  For example, Haidar Madjid, member of provincial legislative council, enjoyed the moment, and took some photos.  Bringing together his family, this friendly politician expressed his appreciation to this competition as an event to introduce tourism in Makassar and as sustainable effort to take care of kite tradition in Makassar.

Akkarena Beach is one of the best sites for kites.  Apart from its location that is sandy and that have suitable wind-blow for kites, this beach is still at the center area of the city.  The locals can therefore easily access to the site.  “We are appreciating very much the locals enthusiasts and other visitors to bring this competition into success.  In the future, we will do our best to make this event more attractive and more festive”, said Muh. Roem.

Iskandar Burhan