MENUJU PILPRES DAN PILEG 2019
Tampilkan postingan dengan label Smart Application. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Smart Application. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 28 Juli 2018
Rabu, 18 Juli 2018
Selasa, 20 Desember 2016
Update Status di Facebook Kini Bisa Menggunakan Background Menyerupai #PathDaily
![]() |
| Applikasi Facebook (Foto: Facebook) |
Aplikasi Facebook untuk platform Android kini telah kebagian fitur untuk update status dengan background, namun bukan gambar seperti pada aplikasi Path, melainkan hanya pilihan warna dan beberapa gradasi menarik. Sayangnya, untuk saat ini masih terdapat 7 pilihan saja sebagai latar belakang status, yakni kuning, merah muda, biru, gradasi ungu, hingga abu-abu.
![]() |
| Interface Update Status Applikasi Facebook Terkini (Foto: Facebook) |
Tentu dengan adanya background warna-warna tersebut bisa mewakili perasaan pengguna, baik ketika senang (kuning) atau jatuh cinta (merah muda). Untuk bisa mencicipi fitur baru ini, Anda harus memperbarui aplikasi Facebook untuk Android Anda ke versi 106.0.0.26.68. Sayangnya, aplikasi Facebook untuk iOS dan versi web belum mendapatkan fitur ini, namun tampaknya kedua platform itu bakal kebagian juga dalam waktu dekat.*(Yushar Mustafa)
Senin, 05 Desember 2016
Ismail Hajiali: "Makassar Call Center 112" Bakal Integrasikan Seluruh Layanan di Makassar
| (Foto: Humas Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, 2016) |
Smartcitymakassar.com. --Makassar- Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar gelar pelatihan teknik komunikasi dan 'call management' kepada para operator Makassar Call Center 112 di Hotel Imperial Arya Duta Makassar, Senin (05/12/2016).
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kominfo Makassar, Ismail Hajiali.
“Makassar Call center 112 merupakan terobosan Bapak Wali Kota Makassar dalam mempercepat pelayanan kepada warga Makassar, utamanya terkait masalah keadaan darurat dan juga layanan publik di Kota Makassar,“ ujar Ismail Hajiali.
Menurutnya, Layanan Makassar Call Center 112 ini dapat diakses oleh publik Makassar secara gratis untuk melaporkan situasi darurat seperti kebakaran, bencana alam, kemacetan, termasuk juga peristiwa kriminal.
“Layanan ini mirip layanan darurat 911 di Amerika Serikat. Layanan ini aktif selama 24 jam sekaligus berfungsi mengintegrasikan seluruh layanan yang ada di Kota Makassar, seperti pemadam kebakaran, layanan Makassar Home Care, dinas perhubungan, Penanggulangan Bencana, PMI, termasuk juga kepolisian," urainya.
"Jadi kedepannya, warga Makassar tidak perlu mengingat banyak nomor layanan, cukup menghubungi 112, operator yang akan men-dispatch secara cepat ke instansi terkait,“ lanjutnya.
Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Seksi Perencana dan Monitoring Direktorat Pengembangan Pita Lebar khusus, Kementerian Kominfo, Agung Setio Utomo menjelaskan bahwa Makassar merupakan salah satu dari sepuluh kota di Indonesia yang menjadi proyek percontohan penerapan nomor tunggal panggilan darurat 112.
“Kami mengapresiasi langkah Pemkot Makassar yang sukses meluncurkan layanan 112. Kami mendapat laporan, layanan ini mendapat respon yang sangat baik dari publik Makassar. Insya Allah, di masa depan, seluruh layanan call center yang dikelola oleh pemerintah, perlahan-lahan akan kita lebur menjadi satu layanan saja, yakni 112 “ lanjut Agung.
Selama pelatihan berlangsung, para operator 112 mendapat materi pelatihan seperti komunikasi dan call manajemen, pengenalan aplikasi, service mindset and teamwork, stress manajement, layanan kebakaran, kebencanaan, polisi dan juga darurat kesehatan, serta administrasi dan pelaporan.
Makassar Call Center 112 yang diluncurkan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, 9 november lalu, atau bertepatan hari ulang tahun Kota Makassar yang ke 409, mendapat dukungan dari Kementerian Kominfo berupa bantuan hardware, software, termasuk juga jaringan dan SDM.
Selain bisa diakses dengan cepat secara gratis, layanan ini juga bisa dihubungi meskipun telepon seluler dalam kondisi terkunci, termasuk juga ponsel tanpa menggunakan chip provider.
Layanan Makassar Call center 112 bekerja di War Room, Lantai 10 Gedung Balaikota Makassar yang merupakan pusat kendali seluruh layanan Smart City kota Makassar, termasuk pemantauan CCTV kota.* (Iskandar Burhan)
Sabtu, 26 November 2016
KPK Gagas Aplikasi JAGA: Makassar Jadi Pilot Project
| (Foto: Ari / Humas Pemerintah Kota Makassar, 2016) |
Smartcitymakassar.com. --Makassar- Makassar menjadi pilot project penerapan aplikasi JAGA yang digagas oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Selain Makassar, pilot project program ini diterapkan di Penkanbaru dan Banda Aceh, Pontianak, dan khusus pulau Jawa melibatkan seluruh kota.
Aplikasi JAGA menjadi representasi kepedulian masyarakat dan pemerintah daerah terhadap sekolah, rumah sakit, puskesmas dan PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) untuk menyediakan layanan dan fasilitas yang bersih dan transparan.
Deputi Bidang Informasi dan Data KPK Hary Budiarto menuturkan bahwa kota-kota tersebut dipilih menjadi pilot project sebagai langkah awal penerapan aplikasi JAGA ini dan akan diterapkan di 500 kata pada 2017 nanti.
(Baca juga: Deputi Informasi dan Data KPK Puji Program 'Home Care' Makassar)
"Kita awali dari beberapa daerah dan nantinya di 2017 diharapkan model itu sudah terbangun dan bisa diterapkan di 500 kota yang tersebar di 34 provinsi," kata Deputi Hary di Balaikota, Kamis (24/11/2016).
Ada tiga bidang pelayanan publik yang menjadi sasaran aplikasi yang dijadwalkan diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 9 Desember 2016 bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi, yaitu pendidikan, kesehatan, dan perizinan. Untuk memantaunya, aplikasi JAGA memuat empat pemantauan layanan publik, yakni sekolah, rumah sakit, puskesmas, dan layanan perizinan.
"Di bidang pendidikan masyarakat bisa mengecek anggaran pendidikan yang dikelola setiap sekolah, sementara di bidang kesehatan dapat diketahui jumlah kamar rawat inap yang masih tersedia, dan bidang perizinan masyarakat bisa mendapatkan informasi terkait jenis perizinan, waktu pengurusan, dan lamanya waktu yang dibutuhkan penerbitan izin, serta status permohonan izin," lanjut Deputi Hary.
Selain informasi yang diuraikan Deputi Hary, aplikasi JAGA juga menyediakan layanan Cek Sekolah untuk mengecek profil dan fasilitas sekolah yang ada. Di samping itu, masyarakat juga bisa menyampaikan keluhan atau berdiskusi di forum yang tersedia yang terkoneksi dengan media sosial.
Di bidang kesehatan, masyarakat bisa melakukan Cek Rumah Sakit dan Cek Puskesmas untuk mengakses atau mengecek profil, tenaga dokter, jumlah kamar yang tersedia dan menyampaikan keluhan serta berdiskusi di forum yang tersedia.
Sementara pada layanan Cek Perizinan, masyarakat bisa mengajukan perizinan secara online ataupun bisa melakukan pengaduan terkait layanan perizinan.
Selain untuk mengembangkan kesadaran pentingnya transparansi pada setiap layanan publik, aplikasi ini juga mengajak keterlibatan masyarakat dalam pemantauan dan pelaksanaan kegiatan layanan publik di sektor pendidikan, kesehatan dan perizinan.
Wali Kota Makasaar Danny Pomanto menyampaikan kesiapan kota yang dipimpinnya menjadi pilot project pemberlakuan aplikasi JAGA, "Adanya program ini membuat penyelenggaraan pemerintahan semakin bersih, transparan, dan akuntabel," pungkasnya.* (M. Yushar M. / Ade I. Gobel)
Kamis, 29 September 2016
Makassar Menjadi Salah Satu Kota Penyelenggara Gerakan Nasional 1000 Startup Digital
![]() |
| Sumber Foto: Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, 2016 |
Smartcitymakassar.com. --Makassar- Kota Makassar terpilih satu dari sepuluh kota di Indonesia yang dipercaya sebagai penyelenggara Gerakan Nasional 1000 Starup Digital. Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini akan dimulai dengan 10 kota yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Malang, Medan, Bali, Makassar, dan Pontianak.
Di 10 kota tersebut akan didirikan pusat inovasi sebagai titik kumpul komunitas teknologi, kreatif, dan budaya, sekaligus juga menyediakan co-working space agar para pelaku dan kreator lokal dapat berkolaborasi menciptakan solusi bagi kebutuhan masyarakat, baik dalam level lokal maupun nasional.
Hal tersebut disampaikan oleh A. R. Ranger Kibar, Intania Amanda Larasaty, saat berkunjung ke Rumah Software Indonesia Makassar Tekhnopark (RSIMPT) di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Rabu (29/09/2016) dihadapan sejumlah pengelola RSIMTP, serta komunitas Startup yang ada di kota Makassar.
“Kami melihat Makassar dengan perkembangan startup-nya yang sangat bagus. Itu yang menjadi salah satu alasan kenapa kota ini terpilih sebagai salah satu tempat penyelenggaraan Gerakan Nasional 1000 Starup Digital“ ujar Intania Amanda Larasaty.
Menurutnya, Gerakan ini bertujuan untuk melahirkan entrepreneur baru yang akan menjadi awal untuk menciptakan masa depan ekonomi digital Indonesia.
“Insya Allah, untuk Makassar akan digelar pada bulan Februari tahun depan. Hari ini kami sengaja ke Makassar untuk berdiskusi dengan teman-teman komunitas Startup, termasuk dengan pengelola RSIMTP untuk membahas rencana kolaborasi penyelenggaraan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital di kota Makassar, “ lanjutnya.
Ketua Pengelola RSIMTP, Jusman, menyambut baik rencana ini dan akan ikut berkolaborasi menyukseskan gerakan inovasi ini.
“Ini sangat positif untuk kota Makassar. Kebetulan RSIMTP juga intens melakukan gerakan pemberdayaan untuk membangun generasi muda Makassar yang berpikir teknologi. Jadi semangatnya sejalan untuk meningkatkan jumlah startup di kota Makassar,“ ujar Jusman.
Gerakan Nasional 1000 Startup Digital di inisiasi oleh KIBAR Kreasi Indonesia dan mendapat dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika yang ingin menjadikan negara ini sebagai pusat perkembangan teknologi Asia Tenggara.
Bagi Coders Makassar yang memiliki ide kreatif untuk membangun sebuah startup, bisa mendaftarkan diri di program Gerakan Nasional 1000 Startup. Formulir pendaftaran online tersedia pada website Program (www.1000startupdigital.id).
Selain untuk meningkatkan jumlah startup yang dibangun di negeri ini, Gerakan Nasional 1000 Startup juga bertujuan untuk membangun perusahaan digital yang handal, yang dapat memberikan dampak positif dan memecahkan berbagai masalah di Indonesia.* (M. Yushar M. / Ade I. G.)
Senin, 19 September 2016
Kecamatan Rappocini Bangun Layanan Inovatif Dengan 'Mini Wall Room'
| Foto: Iskandar Burhan, Smartcity Magazine & Online News and Information®, 2016 |
Smartcitymakassar.com. --Makassar- Guna membangung sistem pelayanan inovatif dan terbaik kepada warganya, Kecamatan Rappocini meluncurkan ('launching') Inovasi Pelayanan Publik, di Kantor Kecamatan Rappocini, Senin (19/09/2016).
Di Acara peluncuran yang juga dihadiri oleh Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan 'Danny' Pomanto, Camat Rappocini, Hamri Haiya, memperkenalkan sistem ini lewat "Mini Wall Room". Menurut Hamri, Mini Wall Room ini akan memantau aktivitas kegiatan di kelurahan.
"Mini Wall Room ini nati bisa mengontrol kelurahan yang tidak bisa memberikan pelayanan yang baik," jelas Hamri. 'Video Call' secara langsung dengan kelurahan dapat dilakukan di Room ini. "Ada kamera pemantau yang dipasang di setiap kelurahan, yang bisa mendengarkan suara," jelas Hamri.
Terkait juga dengan pelayanan terbaik kepada warga, Camat Rappocini menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan 10 unit motor layanan untuk ditempatkan di tiap-tiap kelurahan. “Per kelurahan satu unit,” kata Hamri.* (Iskandar Burhan)
Rabu, 31 Agustus 2016
"Tourism Makassar" Friendly Enriches Your Experience in Makassar
Smartcitymakassar.com. --Makassar- Makassar Office for Tourism and Creative Economy (Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) has launched, in last March 2016, its friendly smartphone-based application in order to make visitors or tourists more comfortable and get enriched experienced during in Makassar.
The application is "Tourism Makassar". It has nine (9) main guide menu. Language preference is English and Bahasa Indonesia. One of the most prominent menus is Tourism Map menu. There are many sites or locations are marked in map recommended to explore, such as sites for culinary, accommodation, entertainments, and local souvenirs. Recommendation is based on the proximity to your position when accessing this application.
Another interesting menu is the "hotspot" that presents some most-popular or well-liked places in Makassar. For instance, the 16th century Fort Rotterdam as well as 16th century Somba Opu Fort, Bugis Water Park, tourism site of Lakkang Lake, the 1927 MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) House, 19th century Cathedral Makassar. Visitors or users may also leave their review by using the "user review" to each places.
Should you would like to find out the uniqueness of Makassar, the "Event" menu will guide your plan. Many unique, traditional or local, national, or even international events can be choosen from this menu. All available events are scheduled from March to November 2016.* (Iskandar Burhan)
Kamis, 11 Agustus 2016
Danny Launching Layanan Pembayaran PBB Berbasis Online
smartcitymakassar.com - Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto melaunching
Pelayanan Pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) online melalui PT Pos, Rabu,
(10/08/2016) di kantor PT Pos, Jalan Slamet Riyadi
"Ada kalanya kita terkendala membayar PBB karena masalah waktu dan tempat pembayaran. Adanya kerjasama Dispenda dan PT Pos akan meretas kendala itu," ujar Danny.
Inisiasi Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dan PT Pos menandakan ada usaha maksimal untuk melayani pelanggan. Kerja sama ini memungkinkan penerimaan PBB Makassar dapat dimaksimalkan.
Menurut Danny, potensi pajak di Makassar sangat besar, adanya kerja sama pemerintah kota dan PT Pos dapat menguntungkan keduanya. "Kemajuan suatu kota salah satunya ditentukan oleh pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak," lanjut Danny.
Ada 100 loket pembayaran yang tersebar di 46 kantor PT Pos se - kota Makassar. Mereka melayani wajib pajak hingga malam hari bahkan di hari Minggu.
Kepala PT Pos Regional X Sulawesi dan Maluku, Arifin Mukhlis menyampaikan PT Pos terus melakukan transformasi bisnis dengan memadukan informasi, finansial network dan pelayanan.
"Kerja sama dengan semua pihak termasuk pemerintah, BUMN, dan swasta dengan harapan saling bersinergi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ungkap Arifin.
Di akhir launching, Wali Kota Danny menerima perangko logo kota Makassar berbingkai kayu yang diserahkan oleh Kepala PT Pos Regional X Sulawesi dan Maluku, Arifin Mukhlis.(iskandar burhan)
"Ada kalanya kita terkendala membayar PBB karena masalah waktu dan tempat pembayaran. Adanya kerjasama Dispenda dan PT Pos akan meretas kendala itu," ujar Danny.
Inisiasi Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dan PT Pos menandakan ada usaha maksimal untuk melayani pelanggan. Kerja sama ini memungkinkan penerimaan PBB Makassar dapat dimaksimalkan.
Menurut Danny, potensi pajak di Makassar sangat besar, adanya kerja sama pemerintah kota dan PT Pos dapat menguntungkan keduanya. "Kemajuan suatu kota salah satunya ditentukan oleh pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak," lanjut Danny.
Ada 100 loket pembayaran yang tersebar di 46 kantor PT Pos se - kota Makassar. Mereka melayani wajib pajak hingga malam hari bahkan di hari Minggu.
Kepala PT Pos Regional X Sulawesi dan Maluku, Arifin Mukhlis menyampaikan PT Pos terus melakukan transformasi bisnis dengan memadukan informasi, finansial network dan pelayanan.
"Kerja sama dengan semua pihak termasuk pemerintah, BUMN, dan swasta dengan harapan saling bersinergi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ungkap Arifin.
Di akhir launching, Wali Kota Danny menerima perangko logo kota Makassar berbingkai kayu yang diserahkan oleh Kepala PT Pos Regional X Sulawesi dan Maluku, Arifin Mukhlis.(iskandar burhan)
Rabu, 11 Mei 2016
Sodarata': Aplikasi Interaktif Layanan Aduan Masyarakat Buatan Siswa Makassar
![]() |
Humas Pemkot Makassar, sesuai media release-nya pada Rabu (11/05/2016), luncurkan aplikasi interaktif Sodarata' untuk mudahkan masyarakat menyampaikan aduannya |
Smartcitymakassar.com. --Makassar- Bagian Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, sebagaiman disampaikan lewat "media release", Rabu (11/05/2016), resmi meluncurkan aplikasi aduan terpadu yang dapat diakses seluruh masyarakat melalui 'smartphone'. Kepala Bagian Humas Pemkot Makassar, Firman Paggara, mengatakan bahwa aplikasi akan memudahkan masyarakat menyampaikan aduannya langsung ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
"Aplikasi ini kami beri nama Sodarata' (Sombere Danny Untuk Rakyatta'). Tak sebatas menyediakan layanan aduan serta sejumlah informasi penting seputar aktivitas dan program Pemkot, namun juga bersifat interaktif, di mana aduan yang disampaikan langsung dapat ditanggapi SKPD terkait," papar Firman.
Sebagai contoh, untuk aduan tumpukan sampah, warga atau pengguna dapat memotret tumpukan sampah. Begitu pula hal-hal lain yang butuh penanganan cepat dari aparat pemerintah setempat. "Warga cukup foto sampah atau masalah lain yang berhubungan dengan pelayanan pemerintahan. Sertakan penjelasan lokasi dan sampaikan langsung ke SKPD terkait," jelas Firman.
Sementara cara mendapatkan aplikasi ini, Firman menjelaskan, "untuk mendapatkan aplikasi Sodarata', masyarakat cukup mengunduh melalui PlayStore dari ponsel. Setelah mengunduh aplikasi ini, kemudian kita masuk dengan menggunakan e-mail, Facebook atau akun lainnya."
Sejumlah tampilan atau 'feature' disediakan aplikasi Sodarata', seperti Sombere Citizen (Layanan Lapor SKPD/Camat dan Lurah), Sombere Society, Sombere Traffic Streaming, Sombere News, dan Sombere Rescue Center.
Tak kalah menariknya, lanjut Firman, bahwa aplikasi Sodarata' adalah buatan Muhammad Fiqry Ananta, siswa kelas satu SMA Negeri 11 Makassar. "Inilah bentuk apresiasi Pak Wali Kota Makassar terhadap kreativitas anak Makassar. Kita tidak lagi mencari aplikasi buatan orang luar, tapi kita memberdayakan kemampuan siswa kita di Makassar," ungkap Firman.* (Iskandar Burhan)
Selasa, 19 April 2016
Danny Ajak BNI 46 Makassar Sukseskan Students Smart Card
Smartcitymakassar.com. --Makassar- BNI 46 diajak memberikan kontribusi guna menyukseskan salah satu program Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, yakni, Makassar Students Smart Card (MSSC). MSSC adalah kartu siswa yang berfungsi sebagai identitas, peminjaman/pengembalian buku perpustakaan, absensi, sistem kontrol bagi orang tua, dan transaksi.
Ajakan tersebut disampaikan oleh Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto yang didampingi sejumlah kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) saat bertemu dengan Slamet Djumantoro, Kepala Kantor BNI 46 Wilayah Makassar, di Balaikota, Selasa, (19/04/2016).
Di Makassar ada sebanyak 435 unit sekolah negeri dengan total jumlah siswa 312.000 orang. Danny berharap dengan pemberlakuan MSSC, tidak hanya memberikan informasi akademik, tapi juga informasi tentang asupan nutrisi anak didik.
"Salah satu media nasional mewartakan faktor utama penyebab kanker dari asupan makanan anak-anak didik di sekolah, dengan kartu ini kita mengharapkan jajanan anak-anak kita di sekolah dapat dikontrol," papar Danny.* (Iskandar Burhan)
Kamis, 07 April 2016
'Open Data' iCityApp Portal: Menggerakkan Seluruh Elemen dalam Smart City Berinovasi
![]() |
| iCityApps, 2016. Source: iCityApps website |
Smartcitymakassar.com. --Makassar- Uni Eropa membangun sebuah portal 'open data' bernama 'iCityApp'. Platform 'open data' yang telah diluncurkan awal tahun 2016 ini menyediakan tempat bagi pengembang aplikasi menciptakan aplikasi-aplikasi baru untuk masalah perkotaan. Diharapkan dengan aplikasi tersebut memberikan keuntungan bagi warga di satu sisi, dan menyumbangkan kemajuan 'smart city'.
Aplikasi ini berasal dari proyek yang didanai oleh Uni Eropa bernama ICITY (Linked Open Apps Ecosystem to open up innovation in smart cities). Proyek ini menawarkan apapun yang dibutuhkan bagi pihak pemerintah dan para pengembang aplikasi inovatif yang fokus pada masalah perkotaan untuk menciptakan aplikasi yang mendorong iklim usaha, meningkatkan layanan publik, serta menarik investasi.
Sistem informasi publik yang disediakan dari satu portal 'open data' platform ini dapat diakses dari sejumlah kota dalam wilayah Uni Eropa. Bagi pengembang aplikasi, portal ini menyediakan petunjuk atau penuntun cara membangun aplikasi lengkap dengan perangkatnya atau 'tools'.
Bagi warga atau pengguna yang tertarik pada aplikasi di portal, disediakan tautan untuk mengunduhnya (download). Pengguna juga diberikan informasi tentang aplikasi tersebut, misalnya siapa pengembangnya, apa fungsi-fungsinya, keuntungan, serta petunjuk tentang di kota-kota mana aplikasi tersebut tersedia.
Tidak hanya itu, portal tunggal ini punya 'Idea Exchange', yang memungkinkan antara pengguna dan pengembang aplikasi bisa saling bertukar ide dan inspirasi. Team dari proyek iCity ini berkeyakinan, bagian ini penting bagi pengembang dalam mendapatkan ide-ide baru menyangkut layanan yang dari sisi pengguna belum tersedia di tempat mereka.
Sejumlah aplikasi telah tersedia di portal ini. Misalnya, 'ParkFinder' dari pengembang bernama SEAT, sebuah perusahaan mobil yang bekerjasama dengan pengembang aplikasi. 'ParkFinder' menyediakan informasi tempat parkir yang kosong di seluruh kota. Di kota Genoa, Italia, sebuah aplikasi, berfungsi memonitor kualitas udara di kota tersebut.
Aplikasi lainnya berfungsi melakukan monitor terhadap perilaku pengguna dalam pengelolaan dan daur-ulang sampah. Di kota London, sebuah aplikasi ditujukan bagi para penggemar 'jogging' dengan menyediakan informasi detail perihal suhu dan kecepatan angin.* (Riad Mustafa)
(Sumber: iCityApps website dan Cordis 'Community Research and Development Information System' European Commission)
Selasa, 29 Maret 2016
'Tourism Makassar', Pelayan Digital Informasi bagi Wisatawan di Makassar
Smartcitymakassar.com. --Makassar- Wisatawan, baik lokal ataupun mancanegara, bakal lebih dapat menikmati dan mendapatkan pengalaman yang lebih kaya selama berada di Makassar. Dinas Parawisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar telah mengeluarkan aplikasi 'Tourism Makassar' yang berbasis 'mobile' atau 'smartphone'.
Menurut Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, saat melakukan 'launching' aplikasi ini di Mall Ratu Indah, Makassar, Senin (28/03/2016), aplikasi ini memberikan layanan tentang daerah-daerah tujuan wisata di Kota Makassar.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Parawisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar, Rusmayani Madjid, menjelaskan bahwa aplikasi dapat diunduh gratis pada 'smartphone' berbasis Android dan OS. Yang diperlukan hanya mengetik 'tourism makassar' pada menu 'search' di 'google play' untuk Android atau di 'App Store' di iOS.
'Tourism Makassar' memiliki 9 menu utama. Menu utama inilah yang menjadi pelayan digital wisatawan yang bakal membuat mereka lebih dapat menikmati ataupun mendapatkan pengalaman yang lebih kaya selama di Makassar.
Yang langsung menarik mata, adalah menu Peta Wisata. Di Peta Makassar yang ditampilkan, ada banyak lokasi yang ditandai untuk dijelajahi, misalnya kuliner, akomodasi, hiburan, souvenir yang berdekatan dengan lokasi saat Anda membuka aplikasi.
Wisatawan dapat juga memilih langsung menu 'Populer' dari rujukan aplikasi. Sejumlah tempat populer, seperti Fort Rotterdam, Benteng Somba Opu, Bugis Water Park, Danau Wisata Lakkang, Gedung Mulo, Gereja Katedral, dan beberapa tempat populer lain. Bagi yang telah mengunjungi tempat-tempat tersebut, mereka dapat berkesempatan memberikan kesan dan penilaian di menu ini.
Jika wisatawan lebih memilih untuk menikmati kegiatan unik di Makassar, menu "Kegiatan" menyediakan informasi tersebut. Mereka dapat memilih sejumlah kegiatan yang berlangsung hingga bulan November 2016 mendatang.* (Iskandar Burhan)





















